Jumat, 24 Juni 2016

Mommy!!

Prologue-Preamble

Cinta ......
Satu kata yang mengahdirkan berbagai macam perasaan yang entah mengapa selalu membuat senang sekaligus tersakiti.
Di saat hati mulai jengah dengan perasaan yang selalu terluka akan perasaan yang tak pernah di anggap. Kata “Cinta” sekali lagi muncul dan membuat semangat untuk kembali memperjuangkan perasaan yang terluka agar bisa bersatu...
Seakan menerima tapi tak bisa di sentuh...
Semakin lama, semakin membuatnya terluka dengan kenangan dan kepingan masa lalu.

                                         Haruskah bertahan atau pergi ?






#1
Ivy Azalea E (Zee)

Lelah....
Itu kata yang tergiang di pikirannya Ivy Azelea. Seorang karyawan di perusahaan WO ternama di Jakarta. Saat ini Zea (begitulah ia biasa di panggil, karna entah apa alasannya ia tak ingin di panggil dengan nama depannya.). Sedang berkutat dengan kertas kertas menyebalkan yang tak ada habisnya. Ia menjadi desainer acara di perusahaannya.
"Hei nona disainer sepertinya kertas-kertas mu itu takkan pernah habis yaa" ledek seorang wanita di depan mejanya.
"Huh?? Apa kata lo Al? Aish.. Dari pada ngurusin gue, mending lo urus sana pangeran berkuda putih lo itu" Zea membalas ucapan Wanita yang di panggil Aline itu.
"Hahah pangeran gue udah Game Over " Zea ternganga mendengar perkataan Aline yang sebenarnya sahabatnya, meski ia sering adu mulut dengan Aline.
"Maksud lo game Over apaan? " tanya Zea dan melupakan perkerjaannya. Karna ia lebih tertarik mendegar kisah Aline daripada kertas putih itu.
"Ya game Over Zea. Berakhir. " Jawab Aline penuh penekanan dan duduk di depan meja Zea sambil memainkan miniatur boneka di meja Zea.
" hah?? Lo udah nyerah ngejar cinta dia gitu? Ckkk...  nggak biasanya gue ngelihat lo nyerah, biasanya lo ngejar dia sampai bertekuk lutut sama lo" Ucapan Zea malah membuat Aline cemberut.
"Bukan itu masalahnya Zea. Lo harus tau kalau ternyata dia... " Aline menggantungkan perkataannya yang membuat Zea makin penasaran.
"Ternyata dia udah punya pacar gitu?" Ucapan Zea di jawab gelengan kepala oleh Zea.
"Lalu apa??" Zea mendesak Aline
"Dia Gay Zea!! Gay!! Lo puas!!? " teriak Aline dengan kencangnya . Zea beruntung karna ruangannya kedap suara sehingga tak mungkin kederangan sampai di luar.
"Whaat!! Lo serius? Atau lo cuma mengada-ngada??" selidik Zea karna tak mungkin kan jika Aline berkata serius karna yang ia lihat dari pria itu sepertinya ia normal tapi.. Not all human perfect right?. Zea menggelengkan kepalanya untuk menghapus pikiran itu.
"Gue serius Zea. Waktu itu gue sempat ngikutin dia dan lo tahu apa yang gue lihat? Dia bermesraan dengan sesama jenisnya.. Lo bayangkan betapa hancurnya gue. Bahkan gue nggak nyangka proa yang luarnya perfect ternyata seorang Gay Zea." Aline menahan tangisnya agar tak terlihat lemah meski didepan sahabatnya pun.
"Hhh... Sabar Al. Gue yakin lo pasti bisa mendapatkan yang lainnya dan kali ini Normal, atau lo mau gue ikutin biro jodoh gitu?" Canda Zea yang membuat Aline tersenyum.
"Hahah seharusnya lo yang ikut biro jodoh, gak sadar apa lo itu jomblo nge-nes " gelak tawa Aline membuat Zea Kesal dan melemparkan pensil yang sedang ia pegang pada Aline.
Tak!!
"Aduh....!! Lo sadis yah kalau sedang marah atau kesal gini. Untung kepala gue kagak gegar otak gara-gara lo" Aline mengusap kepalanya yang sedikit sakit karna mengenai tepat ujung pensil yang runcing.
"Ah.. Lebay lo mah" Zea memutar bola matanya mendengar ucapan Aline.
"Saya Mempekerjakan  kalian bukan untuk bergosip nona-nona"
"Deg.......!!"
Jantung mereka seakan copot mendengar teguran dari Bu Tias. Karna ia tak melihat Bu Tias masuk ruangannya.
Aline dan Zea langsung berdiri memberi hormat pada Buk Tias.
"Ma.. Maaf Bu. Kami nggak sengaja" Jawab Zea dengan nada pelan dan hampir tak terdengar.
"Tak sengaja? Hampir 1 jam dan kalian bilang tak sengaja?" sindir Bu Tias pada Aline dan Zea.
"Sekarang cepat selesaikan kerjaan kalian!!" perintah Bu Tias langsung membuat Aline ngacir pergi ke mejanya yang membuat Zea menggerutu karna Aline meninggalkannya sendiri di ruangannya ini.
"Dan untuk kamu Zea. Jangan ulangi lagi. Saya tak ingin kamu bermalas- malas saat bekerja meski kamu menempati posisi yang lumayan di kantor ini." Nasihat Bu Tias di jawab anggukan kepala oleh Zea dan ia kembali melanjutkan pekerjaannya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxx --Mommy!! --xxxxxxxxxxxxxxxxx

"Daddyyy!! " dua bocah berumur 5 Tahun langsung berhamburan berlari dan tenggelam dalam pelukan ayahnya.
"Heii my son. How are you today?" tanya Kevin pada Anak kembarnya.
"Humm.. Amaizing!! Nanny took us to the playground dad" Jawab Aaron saudara Kembar Abyan dan saat ini juga ada di gendongan Kevin.
"Really?" tanya Kevin pura-pura terkejut dengan yang diberitahu oleh Aaron.
"Yess Daddy.!!  You're very busy. We Can't play together. " Raut wajah Abyan langsung berubah sedih setelah mengatakan itu.
"Oh my sons . i'm reallly sorry. Daddy promise with both of you. tomorrow, We will play together. " janji Kevin pada kedua anaknya.
"Woo.. You must pinky promise with us daddy" tantang Aby saat ia dan Aaron di turunkan dari gendongan Kevin.
"Pinky Promise?? " Kevin menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya kepada kepada kedua putranya.
"Yes Dad!!" Aby dan Aaron menunjukkan jari kelingking mereka dan Kevin langsung mengaitkannya untuk membuat janji pada anaknya jika ia akan meluangkan waktunya bersama dengan kedua putra kesayangannya.
"It's time to take a bath my sons " Ajak Kevin pada kedua anaknya dan membawa mereka untuk mandi.


xxxxxxxxxxxxxx---Mommy!!---xxxxxxxxxxxxxxxxxx

"Ini pak beberapa rancangan tema pesta pernikahan dari desainer saya. Silahkan bapak pilih tema mana yang bapak inginkan" Ucap Bu Tias pada Client nya.
"Hmm.. Bagaimana sayang? Kamu mau pilih yang mana?" tanya Pria berwajah maskulin dan tampan pada tunangannya yang anggun dan mempesona.
"Yang ini saja Mas. Sederhana tapi elegan." pilih wanita cantik itu.
"Waah.. Pilihan bagus bapak dan ibu" Sanjung Bu Tias dengan tulus.
"Ya saya memilih yang ini." Ucap pria itu memilih rancangan dengan tema garden party dan indoor  untuk dekorasi pesta pernikahan mereka dan resepsinya.
"Baiklah saya akan mengaturnya. Atas nama siapa? " tanya Bu Tias.
"Jonathan dan Elisa" ucap pria yang bernama Nathan itu.


xxxxxxxxxxxxxx--Mommy!!----xxxxxxxxxxxxxxxx

"Zea... Lunch yuk?" Ajak Aline saat istirahat kerja dan masuk ke ruangan Zea.
"Hmm?? Lo duluan aja. Kerjaan gue masih banyak nih" balas Zea dan masih sibuk dengan rancangannya.

Sreekk.!!
"Udah deh  Zea, Jangan paksain diri lo. Lagian kan lo udah nyelesaiin beberapa dan itupun udah lo serahin ke Bu Tias" Ucap Aline saat ia merebut kertas kerja Zea.
"Iya tapi ada beberapa lagi Al" bantah Zea.
"Ngak aada tapi-tapian Zea. Kita harus makan sekarang, Keysha udah nunggu di cafe biasa." paksa Aline dan menarik Zea keluar dari ruangannya.
"iyaa aduh.!!. Pelan-pelan Al." Ucap Zea dan mengikuti Aline dengan jalan terseok-seok karna tarikan Aline.

"Iya-iya ... Maafin gue Zea. Habisnya lo itu tadi bandel sih, ya gue tarik aja langsung. " Aline melepaskan tarikannya dan kembali berjalan bersama menuju cafe dengan Zea di sampingnya.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar